Waduh, Google Menghadapi Tuntutan Terkait Pelanggaran Privasi Pengguna Android

Posted on

Google kembali menghadapi masalah terkait privasi perlindungan data pengguna. Keluhan tersebut diajukan oleh Max Schrems, seorang aktivis privasi dari Austria. Schrems menuduh raksasa pencarian tersebut memonitor pengguna melalui ID pelacakan dan memberikannya ke jaringan pengiklan.

Google Menghadapi Tuntutan Terkait Pelanggaran Privasi Pengguna Android
Max Schrems (Via Bloomberg)

Keluhan tersebut diajukan lewat sebuah kelompok aktivis bernama Noyb di bawah otoritas perlindungan data Austria, serta didukung oleh pengguna android yang peduli. Keluhan tersebut berisi mengenai tuduhan terhadap Google, yang mana menurut mereka perusahaan tersebut telah melakukan pelacakan terhadap pengguna Andorid di UE melalui sebuah ID unik. Kelompok tersebut menyebut, bahwa sebelum di lacak seseorang seharusnya dimintai izin terlebih dahulu.

Hal tersebut sejalan dengan peraturan tentang perlindungan data yang telah ditegakkan Uni Eropa sejak Mei 2018 lalu. Melalui regulasi tersebut, Regulator perlindungan memiliki wewenang untuk memungut denda hingga 4% dari penjualan tahunan global perusahaan jika menyangkut pelanggaran serius.

Salah satu isi tuduhan tersebut menyebutkan, “Google tidak mengumpulkan persetujuan ‘opt-in’ yang valid sebelum membuat ID pelacakan, tampaknya mereka menghasilkan ID ini tanpa persetujuan pengguna”.

Lihat Juga :   OPPO Reno4 F Sudah Bisa Dipesan, Intip Spesifikasi dan Harganya

Menurut Noyb, “Android tidak memungkinkan menghapus ID pelacakan. Program tersebut hanya memungkinkan pengguna untuk menghasilkan ID pelacakan baru untuk menggantikan ID pelacakan yang sudah ada sebelumnya. Hal tersebut tidak akan menghapus data yang telah dikumpulkan sebelumnya, atau menghentikan pelacakan yang sudah berjalan.

Syangnya sampai sekarang, Google belum membuat pernyataan terkait masalah ini.

Menulis untuk mengisi waktu luang.