3 Alasan Kenapa Konsep Ponsel Modular Seharusnya Dihidupkan Lagi

Posted on

Pernahkah kalian berpikir untuk merakit ponsel cerdas kalian sendiri? Gagasan seperti itu beberapa tahun silam pernah dicoba untuk diwujudkan Google lewat sebuah proyek bernama ‘project ara’. Meskipun pada akhirnya proyek tersebut kini tinggal nama, setidaknya konsep ponsel modular tersebut pernah hampir terwujud.

Apa itu Konsep Ponsel Modular?

Konsep smartphone modular sebenarnya memiliki banyak manfaat, khusunya bagi kita sebagai konsumen.

Bayangkan saja, kita dimungkinkan untuk membuat sebuah ponsel dengan spesifikasi yang kita inginkan.

Memilih semua komponen tersebut dari nol, dan bahkan bisa kita sesuaikan dengan budget yang kita miliki.

Meski begitu, dibalik gagasan revolusioner tersebut sebenarnya timbul kekhawatiran di kalangan produsen smartphone.

Seandainya konsep tersebut berjalan lancar, hal tersebut tentu akan merusak trend yang memaksa kita sebagai konsumen untuk terus memperbarui perangkat setiap tahunnya. Sebuah hal buruk bagi kelangsungan bisnis mereka tentunya.

Konsep Ponsel Modular
Project ara | Foto credit ©Slidesharecdn

Namun pada tulisan ini kita tidak akan membahas mengenai dampak bisnis, atau apapun yang menyangkut produsen atau merek.

Kita akan fokus kepada manfaat yang akan di dapat, serta alasan kenapa seharusnya konsep ponsel modular harus dihidupkan lagi. Dari sudut pandang kita sebagai konsumen tentunya.

Lihat Juga :   Samsung Galaxy S2 Terima Pembaruan Android 11 Lewat CustomROM

Bebas

Bebas
Bebas | Foto credit ©Sentinelassam

Satu kata yang menggambarkan tujuan dari konsep itu sendiri, BEBAS. Konsep ponsel modular memang memberikan kebebasan bagi kita sebagai konsumen untuk membuat ponsel kita sendiri.

Kita bebas membuat ponsel dengan peforma kencang, bebas membuat ponsel dengan kemampuan kamera unggulan, atau bebas menciptakan ponsel gaming dengan performa ganas.

Tentu akan menyenangkan membayangkan kita merakit sendiri ponsel impian kita, menyesuaikan-nya dengan kebutuhan maupun budget yang kita miliki.

Sayangnya hal seperti itu tidak mungkin kita dapatkan untuk saat ini, kecuali kita mempunyai kemampuan untuk mengotak – atik ponsel sendiri.

Perangkat terjangkau

Perangkat terjangkau
Harga | Foto credit ©Google

Harga selalu menjadi salah satu faktor penting untuk seseorang memutuskan membeli sebuah smartphone.

Dengan konsep modular, secara teori faktor ini menjadi tidak begitu penting. Coba pikirkan, kita diberi kebebasan dalam menentukan spesifikasi perangkat yang kita buat. Mau fokus pada spesifikasi, atau cost produksi itu bebas terserah kita.

Jadi bukan tidak mungkin, konsep modular mampu menghadirkan sebuah perangkat dengan harga terjangkau. Atau mudahnya, disesuaikan dengan budget si pembuat.

Lihat Juga :   Tantangan Perusahaan Teknologi Dalam Mengembangkan Ponsel Modular

Ramah lingkungan

Ramah lingkungan
Ramah Lingkungan | Foto credit ©Energyoutlet

Isu lingkungan memang tengah menjadi topik utama dalam beberapa tahun terakhir.

Terutama terkait dengan limbah barang elektronik yang jumlahnya mungkin sudah setara dengan jumlah penduduk bumi saat ini.

Seperti yang kita ketahui bersama, limbah produk elektronik sangat susah untuk dikelola.

Di biarkan terurai’pun pasti butuh waktu ribuan tahun, pantas saja hal tersebut menjadi perhatian serius untuk saat ini.

Dengan ponsel modular, persoalan limbah tadi bisa sedikit teratasi. Meskipun tidak sepenuhnya hilang, setidaknya bisa menekan jumlah limbah baru yang akan datang.

Seperti yang sudah kami singgung di awal tulisan tadi, ponsel modular membuat kita dapat lepas dari trend gonta – ganti smartphone.

Kamera ponselmu kurang bagus? Cukup beli modul-nya saja, tidak perlu sampai beli ponsel baru.

Pembahasan mengenai alasan sudah, sekarang kita beralih ke implementasi. Kira – kira mungkin tidak konsep ini diwujudkan kembali?

Jawaban untuk pertanyaan di atas cukup sulit. Google sendiri sebagai inisiator sudah mengumumkan berhenti mengembangkan proyek tersebut dengan alasan merampingkan divisi perusahaan.

Lihat Juga :   Xiaomi Mi 10 Ultra Ponsel Pertama Dengan Teknologi Quick Charge 5

Pada tahun 2016 Motorola sempat meluncurkan sebuah ponsel dengan konsep hampir serupa bernama Moto Mods, namun gagal dalam penjualan. Jadi bagaimana, apa masih mungkin?

Konsep Google modular
Google konsep modular | Foto credit ©Techradar

Tahun lalu beredar kabar mengenai pengajuan paten oleh Google berupa sebuah konsep perangkat modular.

Meskipun konsep kustomisasinya berbeda jauh dari project ara, hal tersebut menjadi salah satu isyarat bahwa Google sebenarnya belum benar – benar meninggalkan rancangan tersebut.

Ya meskipun sampai saat ini perusahaan tersebut masih diam tanpa memberikan pernyataan apapun.

Dari sini kita bisa menarik sedikit kesimpulan jika ponsel dengan konsep modular bisa saja muncul suatu hari nanti, tapi bukan sekarang.

Beberapa tantangan berat harus dihadapi produsen jika ingin mewujudkan konsep tersebut di masa sekarang. Apa saja tantangan-nya, kita akan bahas di tulisan selanjutnya.

Lihat Juga : Kode Penukaran Higgs Domino 

Terakhir bagaimana pendapat kalian tentang konsep ini? Apakah kalian tertarik jika seandainya ada produsen yang coba menghidupkan konsep ini kembali? Tulis di kolom komentar ya mengenai pendapatmu.

Gravatar Image
Menulis untuk mengisi waktu luang.